Komunikasi Antar Pribadi: Pustakawan dengan Pemustaka dalam Memberikan Layanan Jasa di Perpustakaan

Daryono Daryono

Abstract


Profesi pustakawan pada bagian layanan yang berhubungan langsung dengan pemustaka selalu melakukan aktivitas komunikasi terutama komunikasi antarpribadi. Komunikasi antarpribadi digunakan sebagai alat komunikasi antara dua individu atau sedikit individu yang saling berinteraksi sehingga dapat saling mengerti.  Komunikasi antarpribadi adalah proses penyampaian dan penerimaan pesan antar komunikator (pustakawan) dengan komunikan (pemustaka) dalam pemberian layanan di perpustakaan. Tujuan komunikasi antarpribadi adalah untuk  belajar diri sendiri,  mempengaruhi sikap, perilaku, dan  member bantuan kepada orang lain. Manfaat komunikasi antarpribadi dapat menjalin hubungan yang  positif dan menghindari persepsi negatif  antara pustakawan dengan pemustaka dan  antar sesama pustakawan. Komunikasi antarpribadi yang efektif dapat terbentuk melalui lima faktor yaitu: keterbukaan (openness), empati (empathy), dukungan (supportiveness), rasapositif (positiveness),   dan kesetaraan (equality). Pustakawan harus dapat menunjukkan  sikap  sebagai penyaji informasi  dan  membantu  para  pemustaka. Sebagai pustakawan harus menghindari persepsi pustakawan sebagai pengawas ruang tetapi harus memulai berkomunikasi dengan pemustaka dengan sikap yang positif,  bersedia menyapa, dan siap membantu.

Keywords


Kompetensi Pustakawan Keterampilan; Alihkategori

Full Text:

PDF

References


L. Makarim, Pustakawan Idaman Pemakainya sebuah studi di Perpustakaan Nasional RI, Media Pustakawan. 13 (2006) 11–18.

W. Suwarno, Perpustakaan dan Buku : Wacana Penulisan dan Penerbitan, Ar-Rozz, Yogyakarta, 2011.

J.A. DeVito, The Interpersonal Communication Book 6th, 6th ed., Harper Collins, New York, n.d.

D. Mulyana, Ilmu Komunikasi, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2002.

J.A. DeVito, The Interpersonal Communication Book 6th, Harper Collins, New York, 2005.

N. Komariah, Keterampilan komunikasi interpersonal bagi pustakawan, Makalah. (2009).

D. Untari, Peranan Komunikasi antarpribadi bagi pustakawan, (2013). http://u.lipi.go.id.

Sapril, Komunikasi Interpersonal Pustakawan, Jurnal Iqra’. 05 (2011).

B. Andayan, T. Afiatin, Konsep Diri, Harga Diri dan Kepercayaan Diri Remaja, Jurnal Psikologi. 2 (1996) 23–30.

N. Subakti, Pengaruh Kredibilitas Pegawai dalam Komunikasi Interpersonal Terhadap Sikap Nasabah pada Perusahaan, Jurnal Administrasi Bisnis. 4 (2008) 1–13.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Publisher:
Central Library
Sriwijaya University