KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH PADUAN TIMAH AKI (10%, 15%, 20%, 25%) PADA CORAN TEMBAGA PIPA AC (AIR CONDITIONER) BEKAS TERHADAP SIFAT MEKANIK

Helmy Alian, Ibrahim Ibrahim

Abstract


ABSTRAK

 

Proses pengecoran adalah salah satu teknik pembuatan produk, dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian dituangkan ke dalam ronggga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat. Pengaruh penambahan timah aki (10%,15%,20%, dan 25%) pada coran tembaga terhadap sifat mekanik akan berbeda sesuai dengan jumlah variable persentase timah. Hasil coran tembaga paduan timah tersebut, akan dilakukan pengujian untuk mengetahui sifat mekanik material hasil coran tersebut. Pengujian yang akan dilakukan adalah pengujian kekerasan brinell, pengujian impak, dan pengujian tarik. Hasil pengujian terhadap coran tembaga-timah menunjukkan bahwa pengaruh persentase kandungan timah pada nilai kekerasannya mengalami penurunan yakni pada tembaga paduan timah 10% nilai kekerasan rata-ratanya 51,211 BHN, untuk tembaga paduan timah 15% nilai kekersan rata-ratanya 46,147 BHN, untuk tembaga paduan timah 20% nilai kekerasannya 44,583 BHN, sedangkan untuk tembaga paduan timah 25% adalah 41,183 BHN. Pada pengujian Impak, Energi (E) pada tembaga paduan timah 10% adalah 9,03 Joule, sedangkan untuk tembaga paduan timah 15%,20%, dan 25% mengalami penurunan nilai energy (E). Pada pengujian tarik yang telah dilakukan didapatkan regangan (ε) pada tembaga paduan timah 10% sebesar 3,750, untuk tembaga paduan timah 15% sebesar 4,375, untuk tembaga paduan timah 20% sebesar 5,625, sedangkan untuk tembaga paduan timah 25% yakni 5,625.

Kata kunci : pengecoran, tembaga paduan timah, pengujian kekerasan, pengujian impak, pengujian tarik.

Abstract

Casting process is one of manufacturing techniques, where the metal melted in a crucible and then poured into a mold ronggga similar to the original form of castings to be made. Effect of the addition of lead storage battery (10%, 15%, 20%, and 25%) on the mechanical properties of copper castings will vary according to the number of variables the percentage of lead. Results copper tin alloy castings, will be tested to determine the mechanical properties of the material results of the castings. Testing to be performed is Brinell hardness testing, impact testing, and tensile testing. The test results of copper-tin castings showed that the effect on the percentage of lead content has decreased the hardness value on copper 10% tin alloy hardness values ​​averaged 51.211 BHN, for copper 15% tin alloy kekersan average value of 46.147 BHN, for copper alloy tin 20% 44,583 BHN hardness values, while for copper 25% tin alloy is BHN 41.183. At Impact test, Energy (E) on copper 10% tin alloy is 9.03 Joule, while for copper alloy tin 15%, 20%, and 25% decreased energy value (E). In the tensile testing has been done obtained strain (ε) in copper alloy tin 10% of 3,750, for a 15% copper alloy tin of 4.375, for copper 20% tin alloy was 5.625, while for copper 25% tin alloy which is 5.625.


Keywords: casting, copper tin alloy, hardness testing, impact testing, tensile testing.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


http://ejournal.unsri.ac.id/public/site/images/amohruni/1374241399_issn_barcode_124

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional..

Jurnal Rekayasa Mesin
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
Jl. Srijaya Negara, Bukit Besar, Palembang-Sumatera Selatan
E-mail : jrm@ft.unsri.ac.id

Flag Counter

View My Stats