Analisis Kinerja Belt Conveyor Untuk Optimalisasi Pengangkutan Bijih Nikel Di PT. Aneka Tambang Tbk Ubpn Pomalaa

Raja Hendriko Barus, Syamsul Komar, Fuad Rusydi Suwardi

Abstract


Produksi nikel laterit untuk diubah menjadi feronikel diperkirakan akan terus bertambah, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya dari segi undang-undang minerba nomor 4 Tahun 2009 dimana barang mentah harus diolah terlebih dahulu sebelum di ekspor. PT. Aneka Tambang, Tbk melakukan pengolahan bijih nikel di pabrik FeNi Plant yang terdapat di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Transportasi nikel yang datang dari pelabuhan diangkut menggunakan belt conveyor dengan design kecepatan belt conveyor 2 m/s dan kapasitas conveyor 1000 ton/jam. Akan tetapi, kondisi aktual yang terjadi di lapangan tidak sesuai dengan design yang ditentukan. Untuk mencapai 1000 ton, waktu yang diperlukan untuk sampai ke stockyard berkisar 5-6 jam. Lamanya waktu pengankutan disebabkan karena beberapa faktor yang diantaranya, material yang diangkut mangalami perubahan densitas selama pengiriman menggunakan tongkang menuju pelabuhan sebelum diangkut menggunakan belt conveyor. Dalam studi ini dilakukan analisis terhadap kinerja belt conveyor dengan melakukan variasi terhadapat kecepatan belt conveyor, lebar sabuk dan sudut idler untuk mendapatkan kapasitas angkut belt conveyor yang bervariasi, dari hasil variasi tersebut kemudian dilakukan analisis terhadap kapasitas angkut belt conveyor. Hasil analisis yang dilakukan terhadap belt conveyor, maka didapatkan harga kapasitas angkut minimum dan maksimum. Kapasitas angkut minimum belt conveyor sebesar 1010,6069 ton per jam, untuk sudut idler 30o, lebar sabuk 1,2 m dan kecepatan 2 m/s serta kapasitas angkut maksimum sebesar 6885,1680 ton per jam untuk sudut idler 45o, lebar sabuk 1,6 m dan kecepatan 3,5 m/s.

 

Kata kunci: Belt Conveyor, Nikel, Transportasi


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.