TOLERANSI ANTAR KELOMPOK ETNIS DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Yusnaini .

Sari


ABSTRAK

 

Sikap intoleran seringkali mewujud dalam tindakan radikalisme dan ekstrimisme, fenomena radikalisme dan ekstremisme saat ini telah berkembang di lingkungan kampus, dan telah mempengaruhi cara berfikir mahasiswa. Mahasiswa Universitas Sriwijaya sangat pluralis, berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dari berbagai suku/etnis dan agama. Ada banyak ikatan mahasiswa berdasarkan kelompok etnis dan agama. Adanya pengelompokan mahasiswa berdasarkan etnisitas dapat mengarah pada bahaya laten adanya etnosentrisme. Mahasiswa yang selalu berkumpul dalam etnis yang sama, dapat mengakibatkan sikap individualis, superior dan antipati terhadap etnis yang berbeda, bahkan mereka rentan dipengaruhi oleh perasaan kebencian yang dilandasi perbedaan antar etnis. Permasalahan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana bentuk toleransi antar kelompok etnis di kalangan mahasiswa dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat adanya toleransi tersebut. Tujuan penelitian adalah menganalisis bentuk-bentuk toleransi antar kelompok etnis dan menggali faktor pendukung dan penghambat adanya toleransi tersebut, sehingga dapat diketahui apakah ada potensi intoleransi dan radikalisme di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk toleransi antar kelompok etnis adalah dengan menghargai/menghormati cara hidup (budaya) dan perilaku mahasiswa dari etnis yang berbeda, menjalin interaksi dengan mahasiswa dari kelompok etnis lain pada ruang lingkup privat dan publik, dan bekerjasama dengan kelompok-kelompok etnis lain pada kegiatan yang terorganir ataupun kegiatan yang bersifat spontan. Adapun faktor pendukung toleransi antar kelompok etnis adalah kesadaran keberagaman dan perbedaan budaya masing-masing, interaksi dan kegiatan bersama antar kelompok etnis, dan etnis yang menganggap dirinya minoritas berusaha berbaur dengan kelompok etnis lain. Sedangkan faktor penghambat toleransi adalah ketergantungan dengan anggota dalam kelompok etnis, sikap tidak peduli dan tidak mampu menyesuaikan diri dengan mahasiswa yang berbeda etnis, dan mengelompok dengan kelompok etnisnya masing-masing di ranah privat. 

 


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Majalah Ilmiah Sriwijaya ISSN 0126-4680