KONSUMSI AIR BEROKSIGEN DAN LATIHAN MENURUNKAN PERSEN LEMAK TUBUH PADA WANITA

Sugiharto Sugiharto, Ardi Setyo Nugroho, Mulastin Mulastin, Suhardi Suhardi

Abstract


Abstrak. Obesitas merupakan faktor risiko berbagai sindrom metabolik. Latihan aerobik terbukti menurunkan persentase lemak, tetapi dalam pelaksanaannya sering ditemukan beberapa masalah yang menyebabkan efek latihan tidak maksimal seperti latihan di ruang tertutup yang minim oksigen. Air beroksigen meningkatkan SaO2 darah, oksigen dibutuhkan untuk mengelimiasi lemak tubuh selama latihan. Tujuan penelitian mengetahui pemberian air beroksigen 120 PPM dibandingkan 100 PPM dan latihan aerobik terhadap penurunan persen lemak tubuh. Penelitian menggunakan metode Quasi experimental dengan Two groups with pre-test and post-test design. Penarikan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi didapat sampel berjumlah 17 orang. Latihan aerobik penelitian ini adalah senam aerobik selama 4 minggu. Pemberian air beroksigen 3 tahap, sebelum, interval dan setelah latihan. Hasil penelitian nilai p kelompok perlakuan 1 adalah 0,000 memberi penurunan sebesar 3,16% lemak tubuh. Nilai p kelompok perlakuan 2 adalah 0,000, memberi penurunan sebesar 1,71% lemak tubuh. Nilai p uji beda kelompok perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 2 adalah 0,184. Simpulan penelitian ini adalah pemberian air beroksigen 120 PPM maupun 100 PPM dan latihan aerobik berpengaruh terhadap penurunan persen lemak tubuh. Pemberian air beroksigen kadar 120 PPM lebih besar pengaruhnya terhadap penurunan persen lemak tubuh dibandingkan kadar 100 PPM dan latihan aerobik tetapi tidak bermakna.

Kata kunci: Air beroksigen, Latihan aerobik, Persen lemak tubuh.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0

International License.

Flag Counter

 

doaj