MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI PENGALAMAN BELAJAR DI ORGANISASI KEMAHASISWAAN

Rina Marlina

Abstract


Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu aspek yang perlu dikembangkan dalam diri mahasiswa agar mampu menganalisa berbagai persoalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi pengalaman belajar di organisasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai aktivitas di organisai kemahasiswaan memberikan pengalaman belajar berharga bagi mahasiswa serta turut meningkatkan kemampuan nalar-kritis dan kepekaan sosial.

Keywords


berpikir kritis, pengalaman belajar, organisasi kemahasiswaan, mahasiswa

Full Text:

PDF

References


Bahr, N. (2010). Thinking Critically about Critical Thinking in Higher Education. International Journal for the Scholarship of Teaching and Learning Vol. 4: No. 2.

Beaumont, J. (2010). A Sequence of Critical Thinking Tasks. TESOL Journal 1 [.4 December 2010]

Furedy, C., & Furedy, J. (1983). Critical Thinking: Towards Research and Dialogue. In J. Donald, & A. Sullivan (Eds.), Using research to improve teaching. New directions for teaching and learning. San Francisco: Sciedu Press.

Hashemi, SA. (2011). The Use of Critical Thinking in Social Science Textbooks of High School: A Field Study of Fars Province in Iran. International Journal of Instruction, Vol.4, No.1 [January 2011]

Karim, M. R. (1985). Mahasiswa Cendekiawan Dan Masa Depan. Bandung : Alumni.

Kumar, R & James, R. (2015). Evaluation of Critical Thinking in Higher Education in Oman. International Journal of Higher Education Vol. 4, No. 3; 2015 hlm. 33-43

Miles, M & Huberman, AM. (2007). Analisis Data Kualitatif. Jakarta : UI-Press

Nugroho, N. (1985). Menegakkan Wawasan Almamater. Jakarta: UI-Press

Ruggiero, VY. (2012). Beyond Feelings : A Guide To Critical Thinking (Ninth Edition). New York; McGraw-Hill Companies, Inc

Sapriya dan Winataputra, US. (2003). Pendidikan Kewarganegaraan : Model Pengembangan Materi dan Pembelajaran. Bandung: Laboratorium PKn FPIPS UPI

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi

Winataputra, US. (2005). Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Membangun Masyarakat Demokratis dan Berkeadaban: Tinjauan Filosofis-Pedagogis. Makalah disajikan dalam Seminar dan Lokakarya Dosen Pendidikan Kewarganegaraan PTN dan PTS Tanggal 22 September 2005 di Hotel Dharma Deli Medan

World Economic Forum. 2016. The 10 Skills You Need To Thrive In The Fourth Industrial Revolution. (online). Tersedia dalam https://www.weforum.org/agenda/2016/ 01/the-10-skills-you-need-to-thrive-in-the-fourth-industrial-revolution/. Diakses tanggal 4 Oktober 2020

Zhang, LF. (2003). Contributions of Thinking Styles to Critical Thinking Dispositions. Journal of Psychology November 2003, Vol. 137 Issue 6, hlm.517-543




DOI: https://doi.org/10.36706/jbti.v7i2.12688

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Rina Marlina

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

PUBLISHED BY:

Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32 Indralaya, Kab. Ogan Ilir

email: jbti@unsri.ac.id

 

ISSN ONLINE: 2614-6134                       ISSN PRINT: 2355-7265


INDEXED BY:

    

JBTI Member of :

 

View My Stats

 

Creative Commons License
The Bhineka Tunggal Ika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.