Membangun Karakter dan Menanamkan Budi Pekerti Bagi Petani pada Tradisi Wiwitan di Desa Gilangharjo Pandak Bantul

Bintari Listyani

Abstract


Budi pekerti adalah nilai moralitas manusia yang disadari dan dilakukan dalam kehidupan masyarakat dan menyampaikan nilai-nilai serta pesan moral. Masyarakat Desa Gilangharjo, Pandak, Bantul sampai saat ini masih mempertahankan upacara sedekah bumi yaitu Tradisi Wiwitan yang di dalamnya mengandung nilai-nilai budi pekerti. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Tradisi Wiwitan di Desa Gilangharjo Pandak Bantul. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Tradisi Wiwitan yang dilaksanakan tahun 2019,  jatuh di hari Rabu Pahing bulan Sura atau Rabu tanggal 4 September 2019. Tradisi Wiwitan dimaksudkan sebagai sarana tolak bala (menolak hal-hal yang tidak baik) dan bentuk rasa syukur para petani kepada Tuhan yang telah membebaskan tanaman padinya dari semua hama dan penyakit tanaman padi sehingga siap dipanen. Dalam Tradisi Wiwitan terdapat nilai karakter yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat contohmya nilai religi, nilai sosial, saling menghormati antar umat beragama, tanggung jawab.

Kata kunci: Tradisi Wiwitan, Uba Rampe, Tolak Bala, Budi Pekerti

Morality is a value of human morality that is realized and carried out in people's lives and conveys moral values and messages. The people of Gilangharjo Village, Pandak, Bantul still maintain the earth alms ceremony, namely the Wiwitan Tradition, which contains the values of character. The purpose of this study is to describe the Wiwitan Tradition in the Gilangharjo Pandak Village of Bantul. This type of research is descriptive qualitative with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, literature study, and documentation. The results of the study explained that the wiwitan tradition which was carried out this year fell on Wednesday Pahing Sura month or Wednesday, September 4 2019. The wiwitan tradition was intended as a means of repelling reinforcements (rejecting things that are not good) and a form of gratitude of farmers to God who had freeing rice plants from all pests and diseases of rice plants so that they are ready to be harvested. In the Wiwitan Tradition there are character values that are useful in social life, for example religious values, social values, mutual respect between religious communities, responsibility

Keywords: Wiwitan Tradition, Uba Rampe, Reject Reinforcements, Character


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.36706/jc.v9i1.10210

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Bintari Listyani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah
Program Studi Pendidikan Sejarah
Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
FKIP Universitas Sriwijaya
Jl. Palembang-Prabumulih, km. 32. Indralaya-Ogan Ilir
email: criksetra@fkip.unsri.ac.id
 
P-ISSN: 1978-8673 
E-ISSN: 2656-9620

 Indexed By:

    

In collaboration with Association of History Education Programs throught Indonesia (Persatuan Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia/P3SI):

Flag Counter

 

Lisensi Creative Commons

Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah by E-Journal Sriwijaya University is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

View My Stats