Relevansi Filsafat Dialektika Hegel pada Perang Diponegoro Tahun 1825-1830

Mohamad Wildan Syamsu Dluha

Abstract


Abstrak: Filsafat merupakan sebuah ilmu yang sering kita dengar dan merupakan salah satu ilmu yang paling dasar dalam kehidupan. Filsafat adalah seni bertanya terhadap sesuatu di dalam hidup. Pertanyaan yang diajukan oleh filsafat itu unik karena tujuannya tidak untuk mendapat jawaban tetapi untuk dapat digali lagi pertanyaan lain dari persoalan yang ditanyakan. Pemikiran filsafat beragam salah satunya adalah Filsafat Dialektika yang dicetuskan oleh Georg Wilhelm Friedrich Hegel. Penelitian ini menggunakan metode historis yang terdiri dari tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitan menunjukkan bahwa perstiwa Perang Diponegoro memiliki relevansi dengan filsafat dialektika Hegel. Hal ini tercermin dari adanya unsur tesis, sintesis dan antitesi dalam peristiwa tersebut. Kepentingan yang diterapkan Belanda menimbulkan perlawanan kerajaan. Perlawanan tersebut merupakan respon rakyat terhadap kebijakan yang tidak tepat. Kondisi tersebut disebut tesis. Konflik ini melahirkan pula taktik strategi perlawanan yang kemudian disebut antitesis.

Kata Kunci: Filsafat, Dialektika, Hegel, Perang Diponegoro.

Abstract: Philosophy is a science that we often hear and is one of the most basic sciences in life. Philosophy is the art of asking questions in life. The question posed by philosophy is unique because the aim is not to get an answer but to be able to explore other questions from the problem being asked. Various philosophical thoughts, one of which is the Dialectical Philosophy which was initiated by Georg Wilhelm Friedrich Hegel. This study uses a historical method consisting of heuristic stages, source criticism, interpretation and historiography. The results of the research show that the events of the Diponegoro War have relevance to Hegel's dialectical philosophy. This is reflected in the existence of thesis, synthesis and antithesis elements in the event. The interests of the Dutch led to royal resistance. The resistance is the people's response to inappropriate policies. This condition is called a thesis. This conflict also gave birth to a strategy of resistance tactics which was later called antithesis. Kata

Keywords: Philosophy, Dialectics, Hegel, Diponegoro War.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.36706/jc.v10i2.13275

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Mohamad Wildan Syamsu Dluha

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah
Program Studi Pendidikan Sejarah
Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
FKIP Universitas Sriwijaya
Jl. Palembang-Prabumulih, km. 32. Indralaya-Ogan Ilir
email: criksetra@fkip.unsri.ac.id
 
P-ISSN: 1978-8673 
E-ISSN: 2656-9620

 Indexed By:

    

In collaboration with Association of History Education Programs throught Indonesia (Persatuan Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia/P3SI):

Flag Counter

 

Lisensi Creative Commons

Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah by E-Journal Sriwijaya University is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

View My Stats