Pola Interaksi Dan Integrasi Budaya Arab-Melayu Palembang

Apriana Apriana, Nurhayati Dina, Fatmah Fatmah

Abstract


Abstrak: Peneliti dalam penelitian ini  mengangkat permasalahan mengenai pola interaksi dan integrasi budaya Arab-Melayu Palembang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan pola interaksi dan integrasi budaya Arab-Melayu di Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode historis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola-pola interaksi dan integrasi budaya Arab-Melayu Palembang meliput dua pola. Peneliti membagi ke dalam dua pola, yaitu satu sisi telah terjadi pengekalan budaya dan di sisi lain terjadi proses pembauran unsur-unsur budaya Melayu ke dalam budaya Arab di Palembang. Pengekalan budaya Arab di Palembang tersebut dapat dilihat dari sistem perkawinan, dalam kenyataannya laki-laki Arab boleh menikah dengan wanita Melayu tetapi sebaliknya wanita Arab tidak boleh menikah dengan orang Melayu. Tradisi tersebut masih tetap berlangsung hingga sekarang. Adapun dapat dilihat dari pembauran dua budaya dan cara pandang terhadap kebudayaan yang ada, bentuk arsitektur rumah, alat komunikasi, masakan dan minuman, ritual/seremonial, serta nilai-nilai  dan sikap-sikap, dan lain sebagainya.

Kata Kunci: Interaksi, Integrasi, Arab, Melayu, Palembang.

Patterns of Interaction and Integration of Palembang’s Arab-Malay Culture

Abstract: Researchers in this study raised issues regarding the pattern of interaction and integration of the Arab-Malay Palembang culture. The purpose of this study is to explain the pattern of interaction and integration of Arab-Malay culture in Palembang. The method used in this research is the historical method. The results of this study indicate that the patterns of interaction and integration of Arab-Malay Palembang culture include two patterns. Researchers divide into two patterns, namely on the one hand there has been a perpetuation of culture and on the other hand there has been a process of assimilation of elements of Malay culture into Arabic culture in Palembang. The perpetuation of Arab culture in Palembang can be seen from the marriage system, in reality Arab men may marry Malay women but on the other hand Arab women cannot marry Malays. This tradition still continues today. It can be seen from the mingling of the two cultures and perspectives on the existing culture, the architectural form of the house, communication tools, cooking and drinks, rituals/ceremonials, as well as values and attitudes, and so on.

Keywords: Interaction, Integration, Arab, Malay, Palembang.



Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Apriana - -

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah
Program Studi Pendidikan Sejarah
Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
FKIP Universitas Sriwijaya
Jl. Palembang-Prabumulih, km. 32. Indralaya-Ogan Ilir
email: criksetra@fkip.unsri.ac.id
 
P-ISSN: 1978-8673 
E-ISSN: 2656-9620

 Indexed By:

   

Publish by:

Sriwijaya University in collaboration with Association of History Education Programs throught Indonesia (Persatuan Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia/P3SI):

Flag Counter

 

Lisensi Creative Commons

Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah by E-Journal Sriwijaya University is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

View My Stats