ANALISIS MISKONSEPSI SISWA DITINJAU DARI TEORI KONTRUKTIVISME PADA MATERI SEGIEMPAT

Hanifah Nurus Sopiany, Wida Rahayu

Abstract


Pembelajaran kontruktivisme adalah pembelajaran yang dirasakan mampu meminimalisir terjadinya miskonsepsi pada siswa, karena salah satu sintaks pembelajaran ini adalah adanya proses membangun kemampuan pemahaman dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hambatan belajar siswa yang menyebabkan munculnya miskonsepsi dengan ditinjau dari teori kontruktivisme. Subjek penelitian sebanyak 3 orang siswa kelas VII di MTs Asy-Syifa Karawang. Hasil penelitian menyatakan bahwa teori teori konstruktivisme inilah yang menyebabkan miskonsepsi pada siswa disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang muncul terdiri dari 4 jenis dan faktor eksternal terdiri dari 2 jenis yang kemudian diuraikan lebih lanjut. Pengembangan bahan ajar yang dikembangkan untuk materi segiempat, dapat dirancang berdasarkan hambatan dan kesalahpahaman yang terjadi. Faktor-faktor internal yang muncul dapat diantisipasi dengan persetujuan persepsi yang mampu membangkitkan pengetahuan awal siswa dan dapat mendorong siswa untuk berpikir tentang materi yang akan dipelajari itu penting karena berguna dan mengubah materi berikutnya.


Keywords


Miskonsepsi; Teori Kontruktivisme; Bahan Ajar

Full Text:

PDF

References


Adeniji, K. A. (2015). Analysis of misconceptions in algebraic expression among senior secondary school students of different ability levels in Katsina State. Journal of Science, Technology, Mathematics and Education, 11 (2), 1-16.

Biber, C., Tuna, A. & Korkmaz, S. (2013). The mistakes and the misconceptions of the eighth grade students on the subject of angles. European Journal of Science and Mathematics Education, 1 (2).

Danoebroto, S. W. (2015). Teori belajar kontruktivisme Piaget dan Vigotsky. Indonesian Digital Journal of Mathematics and Education, 2 (3), 191-198.

Depdiknas. (2006). Permendiknas No 22 tahun 2006 tentang standar isi. Jakarta: Depdiknas.

Driver, R. & Bell, B. (1986). Students’ thinking and learning of science: A constructivist view. School Science Review, 67 (240), 443 – 456.

Erman, S. (2003). Stategi pembelajaran matematika kontemporer. Bandung: JICA.

Ernest, P. (2006). The philosophy of mathematics education.british library cataloguing in publication data. London: Taylor & Francis E-Library.

Fuadiah, N. F, Suryadi & Turmudi. (2017). Analysis of didactical contracts on teaching mathematics: a design experiment on a lesson of negative integers operations. Infinity: Journal of Mathematics Education, 6 (2), 157-168.

Hasratuddin. (2014). Pembelajaran matematika sekarang dan yang akan datang berbasis karakter. Jurnal Didaktik Matematika, 1 (2), 30-42.

Khalil, M., Farooq, R. A., Cakiroglu, E., Khalil, U., Khan, M. D. (2018). The development of mathematical achievement in analytic geometry of grade-12 student through geogebra activities. EURASIA Journal of Mathematics, Science and Technology education, 14 (4), 1453-1463.

Pardimin & Widodo, S. A. (2017). Development comic based problem solving in geometry. IEJME-Mathematics Education. 12 (3), 233-241.

Saralina. (2015). Miskonsepsi siswa terhadap pemahaman konsep matematika pada pokok bahasan persamaan kuadrat siswa kelas X5 SMA negeri 11 Makasar. Jurnal Matematika dan Pembelajaran (MAPAN), 3(2), 194-209

Sari, R. M. M. & Sopiany, H. N. (2018). Peningkatan kemampuan berpikir geometri dan self concept matematis pada siswa SMP melalui penerapan model pembelajaran geometri Van Hiele. Jurnal Math-UMB Edu, 5 (2), 36-44.

Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Soedjadi, R. (2007). Inti dasar-dasar pendidikan matematika realistik Indonesia. Jurnal Pendidikan Matematika,1 (2), 1-10.

Sopiany, H. N. & Rikayanti. (2018). Mensinergikan kemampuan geometri dan analisis pada mata kuliah kalkulus diferensial melalui bahan ajar berbasis geogebra. Jurnal Matematik Kreatif-Inovatif (KREANO), 9 (2), 164-173.

Sukmadinata, N. S. (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosda.

Superfine, A. C. (2008). Planning for mathematics instruction: A model of experienced teachers’ planning processes in the context of a reform mathematics curriculum. The Mathematics Educator, 18 (2), 11–22.

Vitharana, P. R. K. A. (2015). Student misconceptions about plant transport – a Sri Lankan example. European Journal of Science and Mathematics Education, 3 (3), 275-288.

Yuriska, M., Irwan & Mirna. (2014). Penerapan teknik probing-prompting dalam pembelajaran matematika siswa Kkelas VIII MTSN Lubuk Buaya Padang. Jurnal Edukasi dan Penelitian Matematika, 3 (1), 56-61.




DOI: https://doi.org/10.22342/jpm.13.2.6773.185-200


Jurnal Pendidikan Matematika
Department of Master Program on Mathematics Education
Faculty of Teacher Training and Education
Sriwijaya University, Palembang, Indonesia
Kampus FKIP Bukit Besar
Jl. Srijaya Negara, Bukit Besar
Palembang - 30139 Indonesia
email: jpm@unsri.ac.id

p-ISSN: 1978-0044; e-ISSN: 2549-1040

Jurnal Pendidikan Matematika is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

View JPM Stats  


Indexed in: